Desa Arjowilangun merupakan salah satu desa di kecamatan Kalipare yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Blitar yang bisa di akses dari perempatan Peteng belok ke arah barat untuk masuk ke desa Arjowilangun dari pintu sebelah timur. Wilayah desa Arjowilangun terbagi atas lima dukuh dan tiga dusun bagian, yaitu Barisan, Panggang Lele, Lotekol, Lodalem, Duren, Bonsari, Dong Dampar dan Bengkok. Arjowilangun merupakan desa termaju dan termoderen di antara desa – desa lainnya di kecamatan Kalipare. Desa ini penyumbang Tenaga Kerja Indonesia luar negeri terbesar di kecamatan Kalipare sebagai pahlawan devisa negara. Pusat perekonomian desa Arjowilangun berada di dusun Lodalem dan dusun Panggang Lele karena kedua dusun tersebut adalah pusat pasar di Arjowilangun dan Barisan sebagai ibukotanya dengan di penuhi banyak pertokoan yang maju. Desa Arjowilangun juga menyimpan beberapa peninggalan sejarah seperti keris, tongkat, pecut atau cambuk dan masih banyak yang lainnya, yang kini di simpan di padepokan atau sanggar Eyang Demang Merthowijoyo yang berada di dukuh Panggang Lele. Desa ini juga merupakan salah satu desa yang setiap tahunnya selalu mengadakan suatu festival atau upacara adat tahunan yang unik dan menarik yang biasa disebut Bersihdeso yang bertujuan untuk memperingati para leluhur pendiri desa Arjowilangun, yang babad alas Arjowilangun. Biasanya acara ini diadakan hari jumat pahing bulan Selo tahun Jawa atau Dzulhijjah tahun islam. Acara ini dimulai dengan acara napak tilas untuk mengenang jejak para leluhur, marathon dan arak – arakan mbah Leang Leong. Selain itu juga ada hiburan orkes melayu, parade band, kuda lumping, pasar murah dan masih banyak lagi yang lainnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar