Minggu, 02 Juni 2013

Budidaya karamba ikan Mujaer



Kerramba Ikan Kalipare
     Karamba ikan yang di sini lazim disebut kerambak adalah sebuah sistem pemeliharaan ikan di air tawar dengan menggunakan jaring terapung yang memanfaatkan air di bendungan Sutami dengan rancangan kontruksi tertentu sehingga mudah dikendalikan untuk mengikuti pasang surutnya air. Budidaya ikan dengan menggunakan karamba adalah salah satu mata pencaharian warga desa Sukowilangun dan warga desa Kalipare bagian utara yang berbatasan langsung dengan sungai brantas dalam mendatangkan penghasilan yang cukup bagus karena tidak memerlukan biaya yang terlalu besar jika dibandingkan dengan keuntungan yang besar ketika selesai panen raya. Para petani  karamba di sini mulai menabur benih ikan selama dalam masa pemeliharaan tiga bulan, setelah itu mereka mulai memanen sedikit demi sedikit untuk melayani para pembeli yang datang dari berbagai desa sekitar. Setelah itu mereka akan melakukan panen raya dengan memanen semua ikan yang ada di dalam karambanya untuk dikirim keluar daerah yang disalurkan oleh para pedagang ikan yang datang dari berbagai daerah, selanjutnya para petani karamba mempersiapkan karambanya untuk ditaburi benih ikan berikutnya.
Kantor Desa Kalipare di dukuh Krajan
Selain ikan mujaer, para petani karamba di Kalipare juga memelihara ikan jenis lainnya seperti ikan lele, tombro, gurame, bandeng dan berbagai jenis ikan lainnya yang berfungsi sebagai lauk pauk. Produksi ikan karamba warga ini mampu menyuplai kebutuhan ikan para konsumen mulai dari kota Blitar, Malang hingga Surabaya. Selain mendatangkan keuntungan yang bagus bagi para petani karamba di sepanjang sungai brantas Karangkates, budidaya ikan sistem karamba ini juga mendatangkan keuntungan yang besar bagi para produsen dan pedagang pakan ternak karena mereka bisa meningkatkan produksinya dan bisa memastikan bahwa akan habis terjual kepada para petani karamba di sepanjang sungai brantas, bendungan Lahor dan Sengguruh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar